Posted by dani chan in Uncategorized.
trackback
Slogan itu biasanya, secara tradisional, ditemui pada penjual kecap, tukang obat dan penjual barang bekas. Namun, selangkah lebih maju dari itu, saat ini, slogan merupakan “senjata utama dengan beberapa kata yang mencitrakan gagasan seorang Calon Presiden”. Walaupun mungkin barang yang ditawarkan pun ndak jauh dari seputaran kecap, obat atau barang bekas…
“Bersama kita bisa” adalah slogan yang bikin banyak jutaan masyarakat termehek-mehek dan jatuh hati pada SBY dan JK. Maka, di tahun 2004, perang slogan pun kiranya akan mendominasi seluruh media di negeri ini.
Berikut adalah beberapa slogan yang dibawakan oleh Capres kita, bersumber dari majalah Tempo 27 Juli 2008.
Ratna Sarumpaet: “ Untuk Harga Diri Bangsa”
Sutiyoso: “Tegas! Berani Melakukan Perubahan Buat rakyat”
Rizal Mallarangeng: “RM09: Generasi Baru, Harapan Baru”
Prabowo Subianto: “Membawa Suara Petani Indonesia”
Fadjroel Rahman: “ Republik Kaum Muda, Republik Harapan”
Wiranto: belum bikin slogan.
Soetrisno Bachir: “Hidup adalah Perbuatan”
Yusril Ihza Mahendra: belum bikin slogan
Kivlan Zen: “Pembaruan dan Tegas”
Yang perlu dicermati adalah slogan dari mantan Jendral yaitu Bang Yos dan Kivlan Zen, yang dua-duanya menggunakan kata “TEGAS”.. Mengapa? Apakah karena Jenderal yang itu terkesan tidak tegas
Komentar»
No comments yet — be the first.