jump to navigation

Sri Sultan HB X, Capres Atau Cawapres Oktober 26, 2008

Posted by dani chan in Uncategorized.
trackback


Oleh Ch Robin Simanullang 

Hasil beberapa survei terakhir menunjukkan peningkatan cukup tinggi peluang Sri Sultan Hamengkubuwono X untuk ikut bertarung dalam Pilpres 2009 mendatang, baik sebagai Capres maupun Cawapres. Masalahnya adalah partai mana yang akan mencalonkannya?

Sri Sultan HBX sendiri seorang kader Partai Golkar (PG). Partai ini memiliki sejumlah kader yang memiliki kapasitas dan ambisi menjadi Capres dan Cawapres. Maka, sudah barang tentu persaingan di antara mereka akan sangat ketat. Sementara, mekanisme penentuan Capres-Cawapres PG sampai saat ini masih dalam perdebatan, walau sudah mengarah pada mekanisme Rapimnas dan akan meninggalkan mekanisme konvensi.


Sangat sulit bagi Sri Sultan memenangkan persaingan menjadi Capres, terutama jika berhadapan dengan Ketua Umum DPP PG Jusuf Kalla yang juga menjabat Wapres. Sementara untuk bisa menjadi Capres dari partai lain, juga pasti tidak mudah. Sedangkan untuk menjadi Capres Independen, undang-undang belum memungkinkannya.


Peningkatan popularitas Sri Sultan, memang membuka peluang yang baik baginya untuk dicalonkan menjadi Capres atau Cawapres. Tapi peluang itu hanya bisa terwujud jika dia dicalonkan partai. Sementara, sejauh ini belum ada partai yang secara resmi menyatakan akan mengusungnya.


Dengan tidak menutup kemungkinan menjadi Capres, Sri Sultan lebih realistis menjadi Cawapres. Beberapa kader Partai Golkar sendiri mewacanakannya sebagai Cawapres berpasangan dengan JK. Begitu juga PDI-P melalui beberapa kali survei menominasikannya sebagai Cawapres pendamping Megawati. Juga Partai Demokrat akan memasangnya sebagai Cawapres bagi SBY.


Hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) pada 2 -14 Mei 2008 di 33 provinsi, menempatkannya sebagai figur peringkat ketiga yang akan menjadi presiden dan wapres 2009-2014, yaitu dengan urutan SBY, Megawati, Sultan, Wiranto, Prabowo, dan Hidayat Nur Wahid.


Hasil survei itu juga menempatkan pasangan SBY dan Sri Sultan sebagai pasangan terfavorit Capres-Cawapres 2009. Disusul pasangan SBY-Wiranto (47,9 persen), SBY-Prabowo (45,7 persen), SBY-Hidayat Nur Wahid (44,5 persen), Megawati-Wiranto (44,3 persen), Megawati-Sultan (43,5 persen), Sultan-Wiranto (42,3 persen), Wiranto-Sultan (41,8 persen), Prabowo-Sultan (41,2 persen), dan Megawati-Prabowo (41 persen).
Sementara hasil survei Lembaga Riset Indonesia (LRI) yang dilakukan pada pertengahan Mei 2008, juga menempatkan Sultan di posisi ketiga Capres dengan dukungan 17,61 persen responden. Berada di atas Wiranto yang mendapat 8,76 persen. Diperingkat satu dan dua adalah SBY 35,6 persen dan Megawati 25,51 persen.


Demikian pula untuk Cawapres, Sri Sultan berada di urutan kedua (27,71 persen) setingkat di bawah Hidayat NW (29,67 persen). Jusuf Kalla hanya 12,71 persen, Jenderal (Pol) Sutanto 7,09 persen, Din Syamsuddin 6,93 persen, Akbar Tandjung 4,48 persen, dan Panglima TNI Djoko Santoso 3,75 persen.


Di tengah makin meningkatnya popilaritas (daya tarik) Sri Sultan yang tergambarkan dari berbagai hasil survei, pengamat masalah politik dan sosial, Fachry Ali, mengatakan, jika pada Pilpres 2009 Jusuf Kalla berpasangan dengan Sultan HB X, maka pasangan itu akan menjadi duet yang menarik. Menurutnya, duet Kalla-Sultan bisa menjadi model duet Nusantara karena merupakan perpaduan unsur Jawa dan luar Jawa.


Jika diamati dari gaya kepemimpinan, duet JK-Sri Sultan, mungkin lebih ideal daripada duet SBY-Sri Sultan. Sebab gaya SBY dengan Sri Sultan tak jauh berbeda. Sementara dengan JK, akan dapat saling mengisi dan saling melengkapi.
Berpasangan dengan Mantan Pangkostrad Prabowo Subianto juga memungkinkan. Hanya saja, partai mana yang akan mengusung mereka? Partai Gerindra yang sudah menyatakan akan mengusung Prabowo, belum tentu akan meraih suara signifikan.


Atau bisa muncul kejutan beberapa partai mencalonkan Sri Sultan menjadi Capres berpasangan dengan Hidayat Nur Wahid sebagai Cawapres, atau sebaliknya. Duet ini akan menjadi pesaing kuat, yang bisa mungkin memenangkan pertarungan dengan kuatnya pesan moral dari keduanya.


Sementara, Sri Sultan sendiri dalam beberapa kesempatan menjawab pertanyaan tentang kesediaannya untuk mencalonkan diri menjadi presiden, mengatakan, dia tidak akan mendeklarasikan diri menjadi calon presiden. Karena, menurut pesan mendiang Sultan Hamengku Buwono IX, kekuasaan itu tidak untuk diperebutkan, tapi untuk melayani rakyat. “Maka, sejauh dikehendaki rakyat dan rakyat meminta, tugas untuk melayani dan mengabdi tidak bisa ditolak karena itu panggilan sejarah,” ujar Sultan diplomatis.
 Majalah Tokoh Indonesia Edisi 39  

 

http://www.tokohindonesia.com/majalah/37-72/39/bu.05.shtml

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: